Sejarah MAN 3 Lebak

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Lebak merupakan salah satu lembaga pendidikan menengah keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang terletak di Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Madrasah ini memiliki latar belakang sejarah yang berakar dari semangat masyarakat dalam menyediakan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman yang kuat di daerah pedesaan. Semangat masyarakat dan kepedulian, serta keinginan masyarakat untuk mendirian Lembaga Pendidikan yang berbasis nilai-nilai Islam juga didasari bahwa di Gunungkencana Lembaga Pendidikan yang berbasis nilai nilai Islam saat itu baru sampai tingkatan SLTP, yaitu MTs.

Bertitik tolak dari hal tersebut, sehingga munculah gagasan-gagasan dari berbagai kalangan untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Tingkat Atas yaitu Madrasah Aliyah. Adapun tokoh-tokoh tersebut yaitu: Tokoh Kasepuhan, Tokoh Agama, Tokoh Pendidikan Agama, dan Tokoh Pemuda yang terhimpun dalam Ikatan HIMA GUNA. Selanjutnya pada tanggal 25 Maret tahun 2003 para tokoh tersebut membentuk Panitia Pendirian Madrasah Aliyah Mathlaul Anwar Gunungkencana Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Setelah melakukan berbagai musyawarah dan melakukan berbagai kajian dengan mendengarkan berbagai masukan dari seluruh panitia dan para tokoh lainnya, maka didapat sebuah keputusan bahwa tahun 2003 pada bulan Juni, Madrasah Aliyah Mathlaul Anwar sudah melaksanakan penerimaan siswa baru tahun ajaran 2003/2024.   

Sejak awal berdirinya, madrasah ini tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang cukup diperhitungkan oleh masyarakat sekitar. Dengan jumlah siswa yang terus meningkat setiap tahunnya, madrasah ini menunjukkan eksistensinya sebagai pusat pendidikan Islam tingkat menengah yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum sesuai dengan kurikulum nasional. Para pendidik yang berdedikasi tinggi dan peran aktif masyarakat sekitar menjadi modal utama dalam mengembangkan kualitas pendidikan di madrasah ini. Semangat gotong royong dan keikhlasan para pengelola menjadi ciri khas yang terus diwariskan hingga kini.

Berdasar pada Perkembangan Madrasah Aliyah Mathlaul Anwar yang terus menunjukan kualitas dan eksistensinya di mata masyarakat, menumbuhkan semangat baru terutama di diri Kepala Madrasah yaitu H. wahyuduin dan semua tenaga pendidik dan kependidikan untuk membangun madrasah Aliyah lebih berkualitas lagi. Semangat tersebut melahirkan gagasan untuk merubah status madrasah dari swasta menjadi negeri. Hal itu sangat beralasan, karena pengembangan dan pembangunan madrasah yang lebih bermutu, unggul dan berkualitas membutuhkan dukungan dana/anggaran dari pemerintah dalam hal ini Kementerian agama. Di sisi lain, dengan status madrasah sebagai madrasah swasta, sulit kiranya madrasah akan mendapat perhatian terutama hal anggaran dan bantuan-bantuan lainnya.

Maka dengan semangat kebersamaan, dan keinginan yang kuat, serta dukungan dari berbagai pihak, Kepala Madrasah Aliyah Mathlaul Anwar melakukan berbagai upaya dan tahapan pengajuan penegerian. Dan sebagai respon dari kementerian Agama kabupaten Lebak terhadap permohonan dan usulan dari Kepala Madrasah Aliyah Mathlaul Anwar tersebut, maka Status Madrasah Aliyah Mathlaul Anwar pada tahun 2005 ditetapkan sebagai Madrasah Aliyah Filial Madrasah Aliyah Negeri 1 Lebak. Dan sejak itulah proses perjalanan tahapan Penegerian di mulai.

Perjalanan menuju status negeri yang merupakan tonggak penting dalam sejarah madrasah ini, akhirnya terwujud. Setelah melalui berbagai tahapan administrasi, verifikasi, dan penilaian kelayakan, akhirnya pada tanggal 27 Agustus 2018, melalui SK Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 535 Tahun 2018, MA Mathla’ul Anwar Gunungkencana resmi bertransformasi menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Lebak. Dengan peralihan status ini, madrasah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, baik dalam hal anggaran operasional, pengembangan sarana dan prasarana, maupun peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kepndidikan.

Sejak menjadi madrasah negeri, MAN 3 Lebak mengalami perkembangan yang signifikan. Perbaikan fasilitas belajar, pembangunan gedung baru, serta peningkatan mutu pembelajaran menjadi prioritas utama dalam menjawab tantangan zaman. Madrasah ini pun berhasil meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) pada tahun 2019, yang menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras seluruh elemen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tidak hanya di bidang akademik, MAN 3 Lebak juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, keagamaan, dan pengembangan karakter siswa.

Hingga saat ini, MAN 3 Lebak terus berkomitmen untuk menjadi madrasah yang unggul dalam prestasi dan berakar kuat pada nilai-nilai keislaman. Dengan visi mencetak lulusan yang religius, berakhlak mulia, cakap dalam teknologi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, madrasah ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Gunungkencana dan sekitarnya. MAN 3 Lebak tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat pembinaan generasi muda Islam yang siap menyongsong masa depan dengan bekal ilmu dan iman.